14 Oktober 2009

AWAL AKHIR ZAMAN/AWAL PERANG DUNIA III (ARMAGEDON)



Salinan manuskrip yang terdapat di Perpustakaan Kitabkhanah, Turki, yang berada di bawah nama atau nomor urut 3664/Turats al‑Munawwarah, yang ditulis oleh seorang alim asal Madinah yang menetap di kota Nabi ini pada abad ke‑3 H. la bernarna Kildah bin Zaid bin Barakah al‑Madani. Manuskrip itu berjudul Asma al‑Masalik li Ayyam al‑Mahdi al‑Malik li Kulli ad‑Dunya bi Amrillah al‑Malik.

"Dan perang di sebuah negeri kecil (sebesar tulang) ekor yang menakjubkan. Seluruh penduduk bumi bertemu disini seakan‑akan negeri itu adalah negeri yang pa­ling kaya atau negeri yang sedang mengadakan perhelatan besar. Penguasa negeri itu menyerahkan benderanya kepada kekuasaan jahat yang datang dari seberang laut yang jauh di barat, yang merupakan awal dari akhir zaman. Ia mengumpulkan seluruh meriamnya dari selurah dunia, dan singgasana keraja­anpun direbut kembali. Irak hancur dalam petaka yang merupakan awal dari akhir zaman. Penguasa negeri kecil itu menyerbu pasukan al‑Mahdi, dan tibalah kehancuran negeri ini untuk yang kedua kalinya, karena penguasanya adalah orang jahat pelaku kerusakan ... 1 Al‑Mahdi pun membunuhnya, dan negeri kecil itu kembali menemukan jasadnya... "2

1.      Kalimat selanjutnya tersobek dari naskah.
2.      Kalimat seterusnya juga hilang tersobek.

06 Oktober 2009

TANDA-TANDA MUNCULNYA IMAM MAHDI



(Sebuah Manuskrip yang berjudul Fi Ma Ja’a’an al-Mahdi. Pemilik pertama manuskrip ini adalah Jadul Maula Khairuddin al-Amin (abad ke 4 H), sedangkan pemilik terakhir adalah Raja Swedia, Carl Gustaf XVI yang dibeli dari cendekiawan Inggris bernama GH. Israel.)

"Terjadi keributan di Makkah‑semoga Allah memuliakan­nya‑yang menggemparkan dunia, dan huru‑hara besarpun terjadi di kota yang ke sini Nabi melakukan Isra'... dan setiap golongan mempunyai pasukan lain yang pemimpin tersembunyinya adalah Ibn al‑Hasan, al‑Mahdi al‑Amin...”

Terhadap kalimat ini, penyusun manuskrip memberi catatan sebagal berikut:
"... Ini adalah nubuat yang disebutkan dalam Taurat Musa yang lama."


Diriwayatkan se­buah hadis marfu’ dari Abu Hurairah‑katanya,

"Muncullah satu pasu­kan besar menuju ke arah Makkah, dan seorang pemuda dari Ahlul Bait, menjadi raja ... Al‑Haram, dan orang‑orang berdesak‑desakan me­nuju Makkah ... muncul api Hijaz di atas ... dan semua burung menyua­rakan kutukan dan mati, dan disegenap, hamparan luas padang pasir Allah menghancurkan seluruh pasukan, dan membangkitkan kaum Muslim atas niat mereka, dan perang antar seluruh dunia yang di situ Allah menolong Imam Mahdi dan merealisasikan kebenaran dengan kalimat‑kalimat‑Nya dan membatalkan yang batil."
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

(Sebuah manuskrip yang tersimpan di Per­pustakaan Paus di Vatikan, dengan nomor 96/Turats/Islami/Haram Makki, milik seorang alim bernama al‑Kharsyi bin ’Abdurrahim, salah seorang ulama Madinah al‑Munawwa­rah abad ke‑9 H. Nama aslinya adalah al‑Harrasy bin Syamsuddin al-­Kamil. Di dalam manuskrip itu juga terdapat kalimat yang ditulis Ibn al‑Kamil Syamsuddin, ayah al‑Harrasy, yang menjelaskan sesuatu atau nas‑nas yang terhapus dalam manuskrip.)
Mujahid meriwayatkan dari Janadah bin Umayyah, dari 'Ali‑katanya:

"Pada masa munculnya Imam Mahdi, muncul api sangat besar yang menghancurkan, api ... serangan Tuhan Pemilik Bait ... buruk.1 Mereka melakukan makar paling buruk kepada orang‑orang yang berkuasa,2 dan burung‑burung mengutuk orang‑orang yang berbuat zalim dan orang‑orang ... maka mereka pun dibakar, dan hancur‑lebur,3 ... bersama Tuhan, pasukan itu di segenap hamparan luas padang pasir ... ”

1.    Redaksinya memang seperti ini: menggunakan kalimat‑kalimat yang terputus‑putus. Salah seorang dari kalangan cendekiawan mengatakan‑saat menelaah manuskrip ini‑bahwa kalimat‑kalimat terputus‑putus ini mengisyaratkan pada ucapan 'Ali dan putra‑putranya yang terbata‑bata dalarn menuturkan suatu zaman yang me­ninggalkan zaman lainnya.
2.    Di dalarn manuskrip tertulis yahmasun (bertindak bengis). Akan tetapi, dalarn manus­krip itu, kata ini tarnpak kotor dan merupakan penggantian. Pada kata yang dihapus masih tersisa huruf mun (mim‑nun‑waw‑penerj.). Yang dimaksud dengan yahmasun oleh para pengganti kata itu adalah bahwa orang‑orang yang melakukan tindakan bengis kepada mereka jauh lebih jahat ketimbang mereka sendiri. Namun, maknanya tetap tidak berubah, sekalipun dilakukan perubahan seperti itu, dan itu cukup de­ngan mengganti huruf kaf (pada yahkumun).
3.    Di tempat titik‑titik ini terdapat kalimat yang tidak jelas, kecuali beberapa huruf yang tersisa, yang‑bila disebutkan di sini‑saya khawatir akan menimbulkan fitnah. Jadi, mari kita berprasangka baik saja dan menyerahkan urusan ini kepada Allah yang tidak pernah lalai dan tidur.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

(Di dalam manuskrip‑manuskrip kuno dise­butkan:)

"Sesudah (munculnya) bintang dengan ekor besar, penduduk Yaman memberikan baiat kepada seorang pemuda dari Bait al‑Haram. Lalu, pemuda itu menjadikan Yaman sebagai surga yang penuh kenik­matan."
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

(Salinan manuskrip yang terdapat di Perpustakaan Kitabkhanah, Turki, yang berada di bawah nama atau nomor urut 3664/Turats al‑Munawwarah, yang ditulis oleh seorang alim asal Madinah yang menetap di kota Nabi ini pada abad ke‑3 H. la bernarna Kildah bin Zaid bin Barakah al‑Madani. Manuskrip itu berjudul Asma al‑Masalik li Ayyam al‑Mahdi al‑Malik li Kulli ad‑Dunya bi Amrillah al‑Malik.)
Dalarn manuskrip itu terdapat kalimat sebagai berikut:

"... Madinah al‑Munawwarah hancur oleh tangan seorang pemeluk Is­lam yang jahat, yang kejahatannya tiada tandingannya. Ia adalah orang yang menggali lubang. Akhirnya, ia sendiri yang terjerumus ke dalam lubang itu. Akan tetapi, Allah menolak tipu‑muslihatnya, dan mengembalikan akibatnya kepada dirinya, pada masa Penghancuran Dzimmah dan penghancuran agama, dan para penguasa ... berpura‑pura baik ... dan pada hari‑hari fitnah yang menakjubkan karena masuknya (agama lain) ke Jazirah Arab, padahal Nabi saw. telah melarang bertemunya dua agama di dalamnya. Mereka memerintah selama enam1 atau tujuh puluh,2 dan tidak mencapai delapan3 dan sembilan puluh.4 Kehancuran mereka datang dengan munculnya seorang pemuda dari lembah Nil dan keluarnya Shahib al‑Bait menjadi pelindung‑nya, serta pohon-­pohon dan kurma‑kurma. "

1.      Saya yakin bahwa yang dimaksudkan adalah enam uqud (jamak dari al‑'aqd). Satu 'aqd adalah sepuluh tahun.
2.      Barangkali yang dimaksudkan adalah tujuh puluh tahun, yang merupakan masa pemerintahan mereka.
3.      Saya kira yang dimaksudkan adalah tidak sampai delapan'uqud.
4.      Saya kira yang dimaksudkan adalah sembilan puluh tahun. Wallahu a’lam.

SIAPAKAH AL- MAHDI (IMAM MAHDI)?



(Teks paling sahih ini terdapat didalam manuskrip tulistangan yang tersimpan di Dar al‑Kutub al‑Mishriyyah dengan judul Kullu Ma Utsira fi Akhbar al‑Mahdi al‑Muntazhar yang disusun oleh 'Allamah Ibn Hajar al‑'Asqallani, dengan nomor 944/Turats.)


"Setiap ia ingin berbicara, lidahnya terasa berat. Kemudian ia memukul pahanya, dan meluncurlah ucapan‑ucapannya..."
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


(Manuskrip yang tersimpan di perpustakaan Aghadir al-Ammah di Maroko, milik seorang penulis Arab yang diberi julukan Kahin ’Ardh al-Jazirah al-’Arabiyyah.)


”Dilahirkan dari Fathimah seorang cucu(ku) yang paling membahagiakan hatinya sesudah wafatnya. Ia adalah Mahdi umat ini. Pamannya dari ibunya adalah al-Harits dan paman dari ayahnya adalah al-Husein dan semua keadaan dirinya adalah baik.” (HR. Abu Hurairah)


”Ia adalah seorang pemuda sebaya ’Isa al-Masih sewaktu diangkat ke langit, dan mengalahkan orang-orang kafir, persis seperti ’Isa al-Masih. Ia adalah orang yang memiliki ghirah pada agama melebihi para malaikat sewaktu ia melakukan reformasi, pekerja keras dan terpercaya, dan bahkan seluruh dunia tunduk kepadanya, baik secara paksa maupun sukarela.”
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


(Sebuah Manuskrip yang berjudul Fi Ma Ja’a’an al-Mahdi. Pemilik pertama manuskrip ini adalah Jadul Maula Khairuddin al-Amin (abad ke 4 H), sedangkan pemilik terakhir adalah Raja Swedia, Carl Gustaf XVI yang dibeli dari cendekiawan Inggris bernama GH. Israel.)
Hadist marfu’ yang diterima dari Abu Hurairah ra;


”Al-Mahdi adalah anak cucu al-Hasan bin ’Ali. Ia menguasai urusan kaum muslim, yang seluruh keadaan dirinya baik dan rencana Allah sungguh hebat.”


Diriwayatkan sebuah hadis marfu' dari Abu Hurairah bahwa 'Ali bin Abi Thalib karramallah wajhah berkata,


"Ada sebuah rahasia yang ingin tetap kusimpan dari setiap Muslim, kalaulah tidak karena aku memperoleh ilham untuk menyebarluaskan­nya." Seseorang bertanya, "Rahasia apa itu, wahai 'Ali?" 'Ali menjawab, "Ada seorang pemuda dari kalangan kami, Ahl al‑Bait, yang akan me­nguasai dunia seperti Dzul Qarnain. Ia dianugerahi berbagai sarana dan cara dalam (menangani) segala sesuatu. Urusannya bijaksana, dan tidak ada yang dapat menolak perintah Allah." Mereka bertanya lagi, "Wahai, Putra Abi Thalib, apakah hal itu terjadi di zaman kita?" 'Ali menjawab, "Ia adalah tanda kiamat, dan ia keluar di akhir zaman, lalu menguasai dunia beberapa (bulan atau)1 beberapa tahun. (Allah berfirman): Dan Kami akan memberi karunia kepada orang‑orang yang tertindas dimuka bumi dan hendak menjadikan mereka pemimpin serta menjadikan mereka pewaris (dunia) (QS 28:5). Kemudian 'Ali karramallah wajhah me­nyelesaikan ucapannya dengan mengatakan, "Dan aku berdoa untuk­nya. Maka aminkanlah." Mereka pun mengucapkan, "Allahumma, amin!" Kemudian 'Ali berdoa, "Allahumma, tundalah (kedatangan) al‑Mahdi un­tuk umat kekasih‑Mu, Muhammad saw., sebagai kebaikan dalam tahun­-tahun yang paling kacau‑balau." Mereka mengucapkan, "Allahumma, amin!" 'Ali mengucapkan, "Allahumma, jadikan ia sebagai tanda bagi se­mesta alam." Mereka mengucapkan, "Allahumma, amin!" 'Ali berdoa lagi, "Allahumma, berikan kekuasaan yang kuat kepadanya, dan jadikan dunia seluruhnya sebagai wilayah kekuasaannya, dan ia terpercaya dalam me­merintahnya." Mereka mengucapkan, "Allahumma, amin!" 'Ali meng­ucapkan, "Allahumma, wahai Tuhan kami, Yang Mahaagung kekuasaan­Mu, Engkaulah Tuhan kami dan Tuhan semesta alam. Kami memohon kepada‑Mu, Ya Allah, agar Engkau jadikan al‑Mahdi sebagai orang yang terpercaya, dan jika seseorang hendak mencelakainya, maka jadikan orang itu termasuk orang‑orang yang hina dan merugi. " Mereka meng­ucapkan, "Allahumma, amin!" 'Ali mengucapkan, "Ya Allah, Tuhan kami dan Tuhan semesta alam, hinakan, wahai Tuhan kami, orang‑orang yang paling memusuhi kami, orang‑orang Yahudi yang terkutuk, dan jadikanlah kemenangan kami atas mereka di tangan putera kami, al-­Mahdi al‑Amin." Mereka pun mengucapkan, "Allahumma, amin!"


1.      Ada keraguan dari perawi hadis ini. Akan tetapi, penelitian (tahqiq) yang dilakukan atas hadis ini menetapkan "beberapa tahun." Wallahu a’lam.
 _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


(Manuskrip milik seorang alim dari kalangan ulama Madinah al-Munawwarah yang tidak bersedia disebut namanya.)


”Akan menguasai dunia seorang laki-laki dari Ahli Baitku. Namanya sama dengan namaku, keluarganya adalah keturunanku. Nama ayahnya sama dengan nama ayahku dan kakek ibunya adalah juga kakekku.” (HR. Abu Bakar ash-Shiddiq ra.)
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Di dalam hadis‑hadis sahih yang disebut‑sebut oleh sebuah manuskrip kitab langka yang berjudul Harb Akhir az‑Zaman karya seorang penulis dari Maroko, Muhammad bin Karimuddin al‑Asyhab, yang hidup pada abad ke‑13 H, yang kini tersimpan di perpustakaan Dar al‑Kutub al‑Qadimah, Rabat, dengan nomor 98/Turats Qarn Tsalits ‘Asyar Hijri,
Di dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah r.a. disebutkan,


"Al Mahdi berasal dari kami, Ahlul Bait, yang menguasai Mesir dan Syam, dibalik tabir dan dalam udara panas."1


1.      Artinya, Imam Mahdi menguasai Mesir tanpa peperangan. Akan tetapi, ia baru menduduki Syam sesudah terjadi musim yang hebat, yakni dimusim panas. "Kering" juga mengan­dung konotasi fanatis dan pembunuhan. Ini adalah isyarat tersembunyi yang mengandung arti bahwa akan terjadi beberapa peperangan saat dilakukan pembebasan atas Syam. Akan tetapi, akhimya negeri ini berhasil ditundukkan berikut wilayah‑wilayah yang menjadi kekuasaannya.